January 15, 2012

Hindari “Connection Refused” dalam Koneksi Kehidupan


Kehidupan tak kan basi untuk diperbincangkan. Kehidupan akan ada selagi masih ada makhluk yang  menjalani kehidupan ini. Secara fisik kita memang hidup sendirian, namun dalam menjalani kehidupan kita tak dapat lepas sebagai makhluk sosial, yang didasari dan didominasi oleh komunikasi dan interaksi. 


Dan kita tak dapat memastikan semuanya akan selalu berjalan dengan lancar. Lalu, bagaimana koneksi kita tidak ditolak oleh orang di sekitar kita? Dalam IT, ada istilah ”Connection Refused” yang mengartikan bahwa koneksi jaringan tidak berhasil dilakukan/ditolak. Analogi koneksi kehidupan adalah jaringan yang sangat luas, dengan syarat-syarat seperti : perangkat keras, media penghubung (misal : kabel atau wireless), protocol, IP dan subnetmask, sistem operasi, service, konfigurasi yang sesuai, dll. Analogi tersebut dapat disimpulkan menjadi syarat (yang harus dimiliki setiap diri) dalam menjalin koneksi antar sesama, diantaranya yaitu :
  • Tubuh atau fisik kita, sebagai perangkat keras.
  • Otak atau pemikiran, sebagai sistem operasi kita.
  • Hati atau perasaan , yang bekerja sama untuk memproses sistem dalam diri kita.
  • Identitas, yang kita miliki sebagai pengenal diri.
  • Media komunikasi, seperti : lisan, gerakan, dan batin, serta media lain.
  • Protokol, yang menjadi aturan dasar dalam menjalin konkesi, seperti bahasa yang kita gunakan dan perilaku yang kita praktekkan.
Beberapa hal lain yang berpengaruh terhadap koneksi, dengan syarat semua dalam kondisi yang baik. Konfigurasi diri adalah tentang sifat dan sikap kita. Setelah konfigurasi diri dinilai baik, kita dapat menjalin koneksi dengan bahasa, media, dan data yang telah kita miliki tentang mereka. Dalam jaringan, dikenal istilah “table routing” (daftar network yang terhubung dan jalur yang digunakan). Dalam koneksi kehidupan, kita  juga perlu memiliki daftar (secara fisik, identitas, dll). Penambahan daftar koneksi dapat dilakukan dengan membuka setiap jendela tentang siapa dan informasi apa saja yang telah terkoneksi dengannya. Adapun jendela yang dimaksud adalah :
  • Open Window (kita dan mereka saling mengetahui).
  • Open Close Window (kita mengetahui, mereka tidak).
  • Close Window (kita dan mereka saling tidak mengetahui)
Setiap jendela tersebut perlu dibuka dengan kunci yang tepat yakni dengan kunci “optimal” sifat dan sikap kita terhadap orang lain serta jalur/cara terbaik untuk menjalin koneksi dengan yang lain. Sehingga, pembukaan semua jendela akan menambah table routing, yang pada akhirnya koneksi akan semakin meluas.
INGAT!!! Koneksi akan baik jika konfigurasi tiap perangkat baik. Sehingga, bila salah satu pihak dalam kondisi down, koneksi akan terganggu yang bisa muncul dari orang lain atau diri kita sendiri.

0 comments :

Post a Comment

Silakan berkomentar selama itu tidak mengganggu pembaca yg lain

 
© 2013 umbaren ae | Designed by Making Different | Zround Dudulz Hahahaha | Powered by Mbah Google Gitu